tentang indahmu, tentang peradabanmu
juga segala kekayaanmu
tapi setiap kali aku ingin bercerita tentang indahmu
bau sampahmu begitu menyengat di hidungku
dan setiap kali aku ingin bercerita tentang adabmu
kejahatan dan kesemerawutanmu selalu mengusik hidupku
juga saat aku ingin bercerita tentang kekayaanmu
anak-anak jalanan dan kaum papamu
menyodorkan tangan meminta satu dua pound kepadaku
Kairo, ingin aku ceritakan pada semua
tentang para alim ulamamu, tentang para fakihmu
juga segala macam kandungan ilmu pengetahuanmu
tapi setiap kali aku ingin bercerita para alimmu
busuknya para pejabatnya seperti sembilu menyayat hatiku
dan setiapa kali aku ingin bercerita tetang para fakihmu
kekolotan belum berhenti menggerogotimu dari segala arah
juga saat aku ingin bercerita tentang kandungan ilmu pengetahuanmu
pemuda-pemudamu masih banyak yang belum fasih bicara
sambil menyombongkan diri "Masr ahsanul bilad fil 'alam"
Kairo, ingin aku ceritakan pada semua
tentang pelajar-pelajarmu, tentang para aktifismu
juga tentang para sarjanamu
tapi setiap kali aku ingin bercerita tentang pelajarmu
masih kudapati mereka yang tak nyaman menyentuh buku
dan setiap kali aku ingin bercerita tentang para aktifismu
masih banyak yang sok aktif hanya untuk popularitas
dan saat aku ingin bercerita tentang sarjanamu
aku malah lebih sering mendapati mereka yang pacaran
dan bergaul bebas tanpa rasa malu
Kairo, aku ingin bercerita pada semua
tapi apa yang pantas aku ceritakan?
dan bagaimana harusnya aku bercerita?
Kairo, 18 Juli 2010
1 Komentar
...",hijrah saya yang singkat memperbaharui penghargaan saya saya atas kota ini. Tempat lainnya mungkin lebih rapi, sunyi, dan jarang mengalami perubahan besar, tapi semuanya terasa kurang. Mungkin kehangatan orang Kairo dan sikap cueknya itu; kompleksitas dan kerumitan hubungan mereka; dengan santai memadukan sensualitas dengan kegigihan moral, kecerdasan yang tajam dengan sikap polosnya..." dikutip dari Novel Kairo Kota Kemenangan karangan Max Rodenbeck
BalasHapus