Advertisement

Responsive Advertisement

Wanitaku Pelacurku

Aku masih sedih dan terpukul atas kematianmu, Allyn. Kuharap kau tahu itu. Kenapa kau mesti membunuh dirimu hanya karena aku mencintaimu? Oh maaf, aku tahu kau tak suka kata “cinta”, maksudku aku menginkan hidup denganmu. Apa salahnya jika aku ingin memulai hidup baru itu bersamamu?

Tolong jangan bilang ketidakmauanmu adalah karena kau pelacur. Tolong jangan bilang seperti itu. Apa tidak cukup siang dan malamku aku gunakan untuk meyakinkanmu kalau aku tidak mempermasalahkan dirimu adalah pelacur? Dan bukankah aku sudah tidak peduli berapa ribu lelaki yang sudah menidurimu?

Aku memilihmu karena aku merasa kau lebih pantas mendampingiku. Aku lebih senang kebahagiaan fisik dari pada kebahagiaan hati yang berbolak-balik. Aku lebih senang terpuaskan secara biologis dari pada mencintai dan kemudian dikhianati. Bagiku kau adalah manusia professional. Tidak pandang siapa yang penting uang ada, kau serahkan semua yang kau punya. Totalitasmu membuat aku jatuh cinta, maaf walau kau tak suka kata cinta. Kalau boleh jujur kau justru lebih manusiawi dari pada para perempuan yang sok jual harga diri yang tak jelas berapa harganya. Sedang aku bisa dengan mudah tahu tarifmu semalam.

Tapi kenapa kau harus mengakhiri hidup dan meninggalkan aku. Aku sudah tidak ingin lagi kembali ke pacarku yang tolol itu. Aku tidak merasa menjadi manusia bersamanya. Aku lebih merasa menjadi tokoh sinetron yang melankolis. Namun bersamamu aku benar-benar merasa menjadi manusia dan tentunya lelaki.

Allyn, sungguh aku bosan melihat dirimu kaku di dalam peti mati itu. Aku bosan melihatmu terbaring biru tanpa menggodaku. Bukan dari dulu kau senang jika aku membuka sedikit bajuku dan nampak bulu dadaku. Sedang kini tak sehelai pun benang ditubuhku. Kenapa kau masih bisu seperti kau tak mengenalku?

Pecayalah, bagiku kau wanita terbaik yang ada di dunia ini. Sungguh, aku suka pelacur. Pelacur bagiku adalah wanita-wanita yang lebih tegar dari pada si busuk pengecut yang hanya bisa mendua di belakangku. Aku suka kejujuranmu karena kau selalu bilang “Aku baru saja tidur dengan dua lelaki, tadi sebelum kau ke sini.”

Aku suka caramu mengartikan cinta. Bagimu cinta hanya seperti iklan layanan masyarakat di televisi yang nantinya juga akan terlupakan. Eksistensi manusia bagimu bukan gara-gara cinta, tapi gara-gara hubungan intim antara laki-laki dan perempuan. Aku suka caramu menyebut genderitas dengan jantan dan betina. Karena manusia memang lebih pantas disebut jantan dan betina karena tentu tidak ada istilah betina simpanan atau jantan cadangan bukan?? Heh, aku kau sebut jantan dan kau sebut dirimu betina. Lalu setelah itu kita beradu kejantanan dan kebetinaan kita. Benar-benar cara yang lebih lugas dari pada tipu menipu dalam pacaran dan pernikahan.

Allyn, tolong bangunlah. Aku masih ingin bercinta dan melewatkan malam ini di atas tubuhmu. Aku sungguh tidak ingin kembali pada perempuan sialan itu. Aku lebih senang dengan caramu menidurkanku di atas ranjang setelah kita sama-sama terpuaskan. Dari pada dia yang bangun lebih awal untuk menemui kekasih simpanannya.

Allyn sungguh aku mencintaimu, oh maaf aku tahu kau tak suka dengan kata “cinta”, maksudku sungguh aku bernafsu padamu….. Bangunlah, lihat rumah bordil itu sudah jadi istana kita berdua. Bangunlah Allyn, bangunlah, tinggalkan peti mati itu sekarang juga….

Gami' 10st District, Nasr City, Cairo, 23 Mei 2010, 10:36 p.m

Posting Komentar

0 Komentar