terpasung rindu tanpa bisa merubah keadaan
di sinikah? di sini kering gersang baru kusadari
tanpamu sungguh tidak biasa
seperti malam-malam sebelumnya
aku masih bisa bersentuhan dengan haribaanmu yang hangat
aku masih bercengkrama dengan rinai tawa dan riangmu yang bungah
langkah tiba-tiba tercekat pucat tak berdarah
ritual cinta kita tiba-tiba koyak
kau sudah membiarkan malam-malam ini berlalu
tanpa menghadirkan dirimu dalam pelukku
kau hanya jadi bintang yang menunjukkan aku pada malam-malam yang suram
kau hanya jadi bulan yang menceritakan padaku masa-masa terkenang
sungguh, sungguh ini tak biasa
di bangunku tak ada dirimu yang jadi mentari
di lelapku tak ada dirimu yang menghiasi mimpi
haruskah, dan ternyata kuharus berpetualang tanpamu
tanpa ada dirimu yang menuntun langkahku di lorong kota tua ini
sungguh aku tak bisa menerjemahkan bisikan dinding-dinding tua tanpa dirimu
sungguh aku tak bisa mengeja kaligrafi mihrab-mihrab klasik tanpa bibirmu
tapi ternyata kau memang harus beristirahat lebih lama
untuk lebih lama lagi menyiksa asmaraku
sementara menara-menara di luar sana terus memanggilku
oh kekasih
sampai kapan kau pasung diriku
dalam rindu tanpa tepi ini...
Kairo, 1 Mei 2011
Dalam kerinduan padamu, semoga lekas sembuh dan kembali menemaniku berpetualang...
0 Komentar