Metrotvnews.com, Kupang: Sejumlah 1,6 juta penduduk di 481 desa yang tersebar di 201 kecamatan pada 20 kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur terancam kelaparan. Gagal panen dan gagal tanam menyusul curah hujan yang rendah menjadi penyebab.
"Sebuah tim yang dibentuk pemerintah provinsi terdiri atas Dinas Koperasi, Dinas Sosial, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Biro Kesra Setda NTT telah melakukan kajian," kata Kepala Dinas Sosial Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Kara di Kupang, Senin (7/6).
Kajian itu dilakukan setelah pemerintah mengirim tim ke sejumlah kabupaten yang melaporkan rawan pangan akibat gagal tanam dan gagal panen di 20 kabupaten. Hasil kajian, 1,6 juga penduduk terancam kelaparan. Sebagian tanaman pangan seperti jagung, shorgum dan kacang-kacangan gagal panen atau panen tetapi tidak mencapai hasil maksimal.
Dia merincikan komoditas pangan yang gagal panen itu terdiri atas padi mencapai 25.205 hektare, jagung 61.171 hektare, kacang-kacangan 5.492 hektare dan umbi-umbian 2.526 hektare lebih. Total luas lahan untuk tanaman pangan yang gagal panen mencapai 94.395 hektare lebih.
Gagal tanam dan gagal panen dialami oleh 333.018 kepala keluarga, dengan jumlah jiwa mencapai 1.624.457 orang dari jumlah penduduk di provinsi kepulauan itu sebanyak 4,6 juta jiwa.
Emanuel Kara mengatakan pemerintah provinsi telah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat dan Kementerian Sosial untuk ikut membantu persoalan yang dihadapi masyarakat NTT ini.
Dua kementerian tersebut telah memberikan lampu hijau dengan menyiapkan beras untuk membantu masyarakat. Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat menyiapkan beras sebanyak 9.100 ton dan Kementerian Sosial menyiapkan 10.000 sampai 15.000 ton beras.
Dari 20 kabupaten yang melaporkan rawan pangan, dua kabupaten dilaporkan mengalami gagal panen paling parah yakni Kabupaten Sumba Timur dan Rote Ndao.
Di Rote Ndao, kekeringan melanda 78 desa di delapan kecamatan. Sementara Sumba Timur kekeringan melanda 156 desa di 22 kecamatan. Di Rote Ndao lahan padi yang gagal panen mencapai hampir 7.000 hektare. Di Sumba Timur, lahan jagung yang gagal panen hampir mencapai 20.000 hektare.
Sementara lahan umbi-umbian yang mengalami gagal panen paling parah terjadi di Ngada. Kacang-kacangan yang gagal panen paling parah di Timor Tengah Utara.(Ant/BEY)
0 Komentar