hingga nyata dan maya tidak pernah terasa sekatnya
hingga dunia dan barzah seakan satu pijakan
tetaplah begitu dan aku ingin segera menyusulmu
tolong jangan bangunkan aku saat pagi menggugah
jangan pula sadarkan aku saat siang membara
lalu biarkan aku dalam matiku saat senja menjemput
cintaku menjadi satu dan abadi di ujung waktu
sungguh dunia memang sudah tidak ramah lagi
untukku bernafas atau sekedar bermain gobak-sodor
aku rindu bagian terindah dari dirimu
yang kini menyatu dengan tanah dan batu
adakah keindahan sementara kau tinggalkan aku di sini?
dan jarum jam yang tak pernah jadi cerita lantaran kau tiada?
sunggu rima tak lagi bernada saat kau biarkan puisi ini
kumohon biarkan aku menyusulmu
hidup abadi di samping singgasana barzahmu
jadi dewa-dewi penyejuk hatimu
dan aku tidak ingin terjaga lagi...
El Mansoura, 17 Juni 2010, 02:40 a.m
0 Komentar