Jangan pernah berhenti
menghujani padang tandus saharaku
biarlah semua kering berlalu
dan berganti taman dan bebungaan pagi hari
Aku tak mungkin menyentuh
awan-awan putihmu di lelangit jiwamu
aku hanya ingin siraman air sucimu
sebagai oase dan embun di jejak langkahku
teteskan walau hanya setetes
biarkan daunku memainkan butir bening itu
lalu aku tumpahkan di atas serabut akarku
biar esok aku masih tetap menatap mentari bersamamu
Jangan pernah berhenti
menghujani padang tandus saharaku
biarlah semua haus tersapu
dan berganti gairah hidup dan tatapan pasti
Biarkan di sini aku mengagumi
iringan awan yang berarak merayu
juga dewi-dewi hujan yang santun menyalami
setiap hati dan jiwa-jiwa yang melagu
Aku masih rindu hujanmu
aku tak sudi walau diganti seribu pelangi
indah jika airmu basahi bumiku
dan sentuh menyegarkan semuanya lagi
El Mansoura, 15 Juni 2010
0 Komentar